Sabtu, 01 Oktober 2011

Pestisida Nabati Daun dan Biji Sirsak

Ulat daun

           2 Minggu yang lalu kegiatan budidaya kami sempet terganggu secara besar, karena adanya serangan hama ulat grayak (Spodoptera litura F). Serangan ini begitu merepotkan kami, dalam satu malam 1 petak kangkung dengan ukuran 1 x 3,5 meter bisa habis. Daun-daun kangkung disisakan hanya tulang daun saja. Kangkungpun tidak layak jual.
         Sesusai dengan komitmen kami dalam berbudidaya yang sehat kami mengendalikan hama ulat grayak  awal mulanya dengan manual atau mengambil ulat satu persatu, akan tetapi karena daya tumbuh dan berkembang biak yang luar biasa, kami mulai mencari cara dengan menggunakan pestida nabati. Dari hasil referensi kami di PUSTAKA LITBANG DEPTAN http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/bt15110j.pdf membuat pestida nabati dari ekstrak daun sirsak. Hasil suatu penelitian ternyata bisa sirsak paling efektif dalam mengendalikan hama ulat grayak.
Daun Sirsak

               Awal mulanya kami mengumpulkan 50 lembar daun, lalu dipotong-potong dan dihancurkan lalu direndam ke dalam air di ember yang diisi 8 liter air. Perendaman dilakukan semalam. Setelah itu diambil 8 liter air rendaman sirsak , lalu dicampur air sebanyak 20 liter atau air 1 tangki penyemprotan. Hasilnya bisa mengendalikan hama ulat grayak. Hasil referensi didapat ternyata biji sirsak mengandung bioaktif asetogenin yang bersifat insektisidal dan penghambat makan (anti feedant) sebagai racun kontak dan racun perut. Buah mentah , biji, daun dan akar sirsak mengandung senyawa kimia annonain yang dapat berperan sebagai insektisida, larvasida, penolak serangga (repellent).
Selain itu sebagai pengamatan lapang, kami menemukan titik terang bagaimana hama ini bisa muncul padahal bulan-bulan sebelumnya tidak pernah ada serangan. Kesimpulan yang kami dapat:
1. Jangan menanam sayur hidroponik dekat dengan tanaman yang berbunga seperti, timun, tomat,cabe atau terong. Tanaman berbunga merangsang serangga untuk hidup disana karena bunga yang dihasilkan menarik kupu-kupu atau ngengat untuk masuk ke tanaman inang. Tanaman berbunga sebagai tempat bertelur dan ulat akan masuk ke areal hidroponik dan memakan daun-daun tanaman hidroponik. Jadi perlu ada pemisahan antara tanaman hidroponik non berbunga dengan tanaman berbunga.

2. Bersihkan rumput-rumput yang ada di areal hidroponik. Rumput juga merupakan tempat bertelurnya hama-hama yang merugikan. Baik ulat dan serangga-serangga bertelur di rumput-rumput dan ulatnya akan naik ke areal hidroponik dan akan merusak sayur.

3. Hindari Lampu. Bagi anda yang memberikan penerangan pada rumah plastiknya, apabila rumah plastik tertutup secara rapat dan tidak ada tempat masuknya serangga tidak masalah lampu diberikan. Akan tetapi bagi yang kurang tertutup, maka nyala lampu akan menarik datangnya serangga-serangga pada malah hari ke rumah plastik anda.
Sampai saat ini setelah kami mengaplikasikan esktrak sirsak untuk mengendalikan hama ulat di lapang dan penerapan teknis seperti tempat tanam, rumput dan lampu untuk memutus daur hidup serangga. Hasilnya sudah tidak ada lagi serangan hama ulat. Demikian informasi dari kami

1 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan pestisida organik untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus